CARA PENYAJIAN PEMBELAJARAN BAGAI PENYAJIAN MENU MAKANAN.....
| Add caption |
Belajar
di kelas. Aktifitas yang satu ini menjadi menu harian untuk bapak ibu guru dan
para murid di sekolah . Sebagai guru, yang merupakan fasilitator utama, guru
sangat berperan untuk membuat menu harian ini dalam sajian yang segar, menarik,
tidak membosankan dan tentunya bergizi seperti halnya dalam penyajian sebuah menu makanan .Penyajian
yang selalu baru menjadi salah satu faktor untuk menentukan hasil dari proses
belajar mengajar. Nah, apa tips dan trik dari bapak ibu guru yang biasa bapak
ibu guru lakukan untuk membuat menu harian ini segar dan bergizi? Intip yuks beberapa
cara membuat kelas menyenangkan berikut ini!
1.
Hindari berdiri di satu tempat
Bandingkan
dengan mobile teaching. Guru bisa membahas mata pelajaran dalam
jarak dekat dengan murid. Matematika misalnya. Dengan metode mobilitas di dalam
kelas, guru bisa benar-benar turun untuk membantu murid menjelaskan penggunaan
rumus, perkalian dan lain sebagainya. Selain itu, hal ini juga bisa membantu
murid untuk lebih relax, menciptakan suasana bahwa mereka memang
sedang belajar bersama dengan guru mereka, bukan selalu diajari atau digurui. Terlebih,
mereka akan merasakan keterlibatan guru secara emosional. Dengan
berjalan-jalan, berpindah-pindah posisi, guru juga akan lebih mengetahui secara
detail situasi kelas, bahkan melihat apa yang dikerjakan oleh muridnya,
satu-persatu. Apakah Donny sedang melamun, Carol sedang menggambar karena
bosan, atau ada murid yang bisik-bisik, corat-coret dan lain sebagainya.
2.
Pancing ide anak sebanyak-banyaknya
3.
Bervariasi
4.
Berikan perhatian ke semua anak
Yang
sering terjadi di kelas adalah guru akan cenderung lebih memperhatikan murid
yang pintar dan aktif. Kita coba tarik kembali ke masa kita sekolah dulu. Jika
memang kita sebagai anak aktif, kita akan merasa kita sangat diperhatikan oleh
guru. Jika
kita diam saja di kelas, maka kita juga tidak akan berkesempatan untuk
menuangkan ide ataupun mengaktualisakan diri kita di kelas. Makanya sering
muncul jargon, jadilah anak ‘yang paling’…paling pintar,
paling paling cantik, paling badung, paling suka telat… Yang penting menjadi
‘paling’, entah paling apa, karena dengan paling, kita baru akan diperhatikan
oleh guru.
Bagaimana
dengan anak-anak yang dalam taraf biasa-biasa saja? Sekarang ketika menjadi
seorang guru, sebenarnya tugas seorang guru lah untuk mengeksplore ‘benih-benih
paling’ yang ada di dalam diri masing-masing anak. Sebagai guru, guru harus
percaya bahwa setiap anak punya talenta dan potensi yang berbeda-beda.
5.
Maksimalkan teknologi
moga artikel ini dapat bermanfaat.......
trima kasih telah mengunjungi blok ku.....Salam
sumber : www.kesekolah.com
diedit dan perbaharui : www taufikkurrahman1977.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar